Sepuluh mahasiswa Universitas Teknologi Mataram (UTM) yang tergabung dalam Kelompok 21 Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 menjalankan pengabdian selama satu bulan di Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan berlangsung pada 13 Juli hingga 13 Agustus 2026 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Wenti Ayu Wahyuni, S.Kom., M.Kom.
Selama di lokasi, kelompok yang diketuai Haerul Kahfi ini menjalankan lima program kerja utama. Programnya mencakup pembuatan aplikasi web pendataan penduduk, pendampingan guru, edukasi pemrograman, serta dua sosialisasi bagi siswa SMP.
Desa Gegerung dipilih karena potensinya yang besar di sektor pertanian dan UMKM, seperti gula aren, sapu ijuk, olahan limbah gaharu, dan tempe. Di sisi lain, desa seluas 2,94 km² dengan tujuh dusun ini masih membutuhkan dukungan dalam pengelolaan administrasi.
Program unggulan kelompok ini adalah aplikasi berbasis web untuk mengelola data penduduk Desa Gegerung. Mahasiswa memetakan struktur data warga seperti NIK, nama, dan RT/RW, lalu merancang basis data dan dasbor admin untuk perangkat desa.
Aplikasi ini diharapkan mempercepat pencarian dan pembaruan data kependudukan sekaligus mengurangi kesalahan input. Agar perangkat desa dapat mengoperasikannya secara mandiri, mahasiswa memberikan pendampingan satu per satu kepada operator dan menyusun buku panduan bergambar.
Di bidang pendidikan, mahasiswa menjadi mitra guru di SD-SMP Satu Atap 2 Lingsar pada 16 Juli–6 Agustus 2026. Mereka mengisi kelas yang kosong, mendampingi guru mengajar, dan membuka les Microsoft Word serta PowerPoint untuk siswa SMP.
Kelompok ini juga mengenalkan dasar-dasar pemrograman kepada siswa. Materinya dimulai dari pola pikir komputasional lewat analogi sederhana, berlanjut ke pemrograman berbasis blok, lalu bahasa Python. Karena fasilitas komputer sekolah terbatas, siswa belajar berkelompok dengan satu laptop untuk dua hingga tiga orang.
Selain itu, mahasiswa menggelar dua sosialisasi di sekolah yang sama. Sosialisasi pertama membahas penggunaan media sosial yang bijak bagi siswa kelas 7 dan 8, termasuk cara mengenali hoaks dan menjaga privasi. Sosialisasi kedua menyasar siswa kelas 9 tentang bahaya pernikahan di usia anak, dilihat dari sisi kesehatan, hukum, psikologis, dan masa depan pendidikan.
Di luar program kerja utama, mahasiswa aktif dalam kehidupan warga Desa Gegerung. Mereka piket harian di kantor desa, menghadiri penetapan anggota BPD, mengajar mengaji di TPQ Bustanul Falah, serta bergotong royong membersihkan masjid di Dusun Orong Utara dan Orong Selatan.
Mahasiswa juga mengunjungi pelaku UMKM sapu ijuk dan tempe untuk mengenal langsung usaha warga. Bersama pihak desa dan BUMDes, mereka meninjau lokasi rencana pembuatan sumur bor dan usaha kandang sapi.
Kelompok ini juga mengusulkan agar Desa Gegerung dijadikan desa binaan UTM. Dengan begitu, kelompok KKN berikutnya dapat menambah fitur layanan surat-menyurat daring pada aplikasi desa dan mendampingi digitalisasi produk UMKM lokal.