Sembilan mahasiswa Universitas Teknologi Mataram (UTM) yang tergabung dalam Kelompok 23 Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 menjalankan pengabdian di Desa Kuripan Timur, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan berlangsung selama 30 hari, 13 Juli hingga 11 Agustus 2026, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Agus Marjan Saputra, S.E.I., M.S.I.
Mengusung tema pemberdayaan masyarakat melalui digitalisasi UMKM, pendidikan, dan pelestarian lingkungan, kelompok yang diketuai Andi Benteng Samudra ini menjalankan program di bidang pendidikan, UMKM, dan kemasyarakatan. Desa Kuripan Timur sendiri dihuni sekitar 2.868 jiwa yang tersebar di empat dusun, dengan mayoritas warga bekerja sebagai petani, peternak, pedagang, dan pelaku UMKM.
Di bidang UMKM, mahasiswa mendampingi pelaku usaha mendaftarkan lokasi usahanya ke Google Maps. Sebelum didaftarkan, pemilik usaha lebih dulu diberi sosialisasi dan dimintai persetujuan. Dengan begitu, pembeli lebih mudah menemukan lokasi usaha beserta jam operasional dan produk yang ditawarkan.
Di bidang pendidikan, mahasiswa mengenalkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dasar kepada siswa kelas 6A dan 6B SDN 1 Kuripan Timur pada 5–6 Agustus 2026. Siswa diajak mengenal laptop, fungsinya, dan cara menggunakannya secara bijak sebagai media belajar.
Kelompok ini juga menjalankan program Taman Surga (Taman Mengajar dan Mengaji Al-Qur’an) secara rutin pada 20 Juli–10 Agustus 2026. Anak-anak didampingi membaca Al-Qur’an, memperbaiki tajwid, sekaligus mendapat motivasi belajar dan pendidikan karakter.
Sementara itu, melalui program GENTA (Gerakan Peduli Lingkungan dan Tata Kelola Sampah), mahasiswa membuat tong sampah dari bambu dan kayu. Tong sampah tersebut ditempatkan di sejumlah masjid dan musala di Dusun Batu Banteng untuk mengurangi penumpukan sampah di fasilitas umum.
Pada 31 Juli 2026, mahasiswa mengadakan pelatihan eco print bagi anak-anak sekolah dasar di Dusun Batu Banteng. Peserta belajar mencetak motif dari daun dan bunga ke tote bag, sebuah keterampilan ramah lingkungan yang berpotensi menjadi peluang usaha kreatif.
Di luar program kerja, mahasiswa aktif dalam keseharian desa. Mereka piket di kantor desa setiap Senin–Kamis untuk membantu pelayanan administrasi, mengikuti IMTAQ setiap Jumat pagi, serta hadir dalam pengajian remaja setiap malam Rabu. Mahasiswa juga membantu kegiatan posyandu dan bergotong royong bersama warga dan perangkat desa, mulai dari membersihkan kantor desa dan masjid hingga membangun tugu desa.
Rangkaian KKN ditutup dengan acara penarikan mahasiswa di Kantor Desa Kuripan Timur pada 11 Agustus 2026. Kelompok 23 berharap kerja sama antara UTM, pemerintah desa, dan masyarakat terus berlanjut, termasuk melalui diskusi yang lebih intens dengan tokoh masyarakat pada program KKN berikutnya.