Sepuluh mahasiswa Universitas Teknologi Mataram (UTM) yang tergabung dalam Kelompok 9 Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 menjalankan pengabdian di Desa Pengkelak Mas, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan berlangsung pada 11 Juli hingga 12 Agustus 2026 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Asyri Febriana, S.H., M.H.
Berdasarkan hasil observasi dan koordinasi dengan pemerintah desa, kelompok yang diketuai Jefryansah ini memfokuskan program pada pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku UMKM dan penyediaan informasi wilayah desa.
Mahasiswa memberikan sosialisasi dan penyuluhan QRIS kepada pelaku UMKM di Desa Pengkelak Mas. Mereka menjelaskan manfaat dan cara penggunaan QRIS, sekaligus membantu pembuatan akun QRIS sebagai alternatif pembayaran digital bagi pelanggan.
Kelompok ini juga membuat peta Desa Pengkelak Mas yang dilengkapi QR Code. Cukup dengan memindai kode tersebut menggunakan telepon seluler, warga maupun pengunjung dapat mengakses peta digital desa.
Untuk memudahkan warga dan pendatang menemukan lokasi, mahasiswa membuat dan memasang plang nama gang di sejumlah titik. Plang nama Kepala Kewilayahan (Kawil) Pengkelak Mas juga dicat ulang agar lebih jelas terbaca.
Di bidang pendidikan, mahasiswa memberikan sosialisasi anti-perundungan (bullying) kepada siswa kelas 6 SD Pengkelak Mas. Melalui materi dan kegiatan interaktif, siswa diajak memahami bentuk dan dampak bullying, serta berani melapor kepada guru atau orang tua.
Di luar program utama, mahasiswa aktif mengikuti kegiatan masyarakat. Mereka membantu pelaksanaan posyandu, ikut senam Prolanis bersama ibu-ibu di kantor desa, serta bergotong royong membersihkan kantor desa dan Masjid Pengkelak Mas setiap Jumat.
Mahasiswa juga mengajar mengaji anak-anak di masjid, piket di kantor desa, dan menghadiri acara adat Sasak seperti begawe, zikiran, dan hiziban di rumah warga. Menjelang akhir masa KKN, mereka turut membantu persiapan lomba peringatan HUT ke-81 RI di desa.
Rangkaian KKN ditutup dengan penarikan mahasiswa di Kantor Desa Pengkelak Mas pada 12 Agustus 2026. Kelompok 9 berharap peta digital, plang gang, dan pemanfaatan QRIS dapat terus dikembangkan oleh masyarakat dan pemerintah desa secara berkelanjutan.