Universitas Teknologi Mataram (UTM) sukses menyelenggarakan kegiatan Studium Generale pada Rabu, 22/04/2026 dengan tema “Artificial Intelligence: Dari Teori ke Implementasi dan Peluang Karier”, yang menghadirkan narasumber istimewa dari Universitas Brawijaya, yaitu Prof. Ir. Wayan Firdaus Mahmudy, S.Si., M.T., Ph.D.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus Universitas Teknologi Mataram ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika dengan antusias tinggi. Studium Generale ini menjadi wadah bagi peserta untuk memperoleh wawasan tentang perkembangan terkini kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), implementasinya di berbagai sektor, serta peluang karier yang semakin terbuka luas di era transformasi digital.
Dalam pemaparannya, Prof. Wayan Firdaus Mahmudy menjelaskan bahwa AI tidak lagi sebatas konsep teoritis, tetapi telah berkembang menjadi teknologi yang diterapkan secara nyata dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, bisnis, industri, hingga pengambilan keputusan berbasis data. Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi disrupsi teknologi dan memanfaatkan AI sebagai peluang, bukan ancaman.
Selain membahas konsep dan implementasi AI, narasumber juga menyoroti prospek karier di bidang kecerdasan buatan, seperti machine learning engineer, data scientist, AI researcher, dan berbagai profesi baru yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
Rektor UTM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UTM untuk menghadirkan ruang akademik yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat wawasan mahasiswa mengenai teknologi masa depan.
“Melalui Studium Generale ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami AI secara konseptual, tetapi juga mampu melihat peluang inovasi, riset, dan pengembangan karier di bidang ini,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, di mana peserta aktif menyampaikan pertanyaan kritis terkait tantangan implementasi AI, etika teknologi, serta kesiapan dunia pendidikan menghadapi revolusi industri berbasis kecerdasan buatan.
Melalui kegiatan ini, UTM terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan literasi digital, inovasi, dan kolaborasi akademik dengan berbagai institusi, termasuk Universitas Brawijaya, guna mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.