NILAI PENDIDIKAN: PENANAMAN KEBIASAAN MEMBACA ANAK MELALUI FABEL

ilmal yaqien

Abstract


Abstrak: Kajian dalam sastra anak sebenarnya memiliki lingkup yang sangat luas. Namun, sebagaimana halnya dengan sastra secara umum, sastra anak juga memiliki genre. Genre dipahami sebagai suatu macam atau tipe kesastraan yang memiliki seperangkat karakteristik umum. Genre pada sastra anak cenderung lebih rinci dari pada genre pada sastra secara umum. Jika pengelompokan sastra umum dikelompokkan menjadi tiga subgenre yaitu puisi, prosa, dan drama, maka Lukens (dalam Nurgiyantoro, 2010: 15) mengelompokkan sastra anak ke dalam enam genre yaitu realisme, fiksi formula, fantasi, sastra tradisional, puisi dan nonfiksi. Dari keenam genre sastra anak di atas, salah satu genre sastra yang sangat akrab di telinga anak-anak Indonesia adalah sastra tradisional atau yang lazim dikenal dengan nama cerita rakyat. Menurut Nurgiyantoro (2010: 22), jenis cerita yang termasuk dalam sastra tradisional ini meliputi fabel, dongeng rakyat, mitologi, legenda, dan epos.  Bascom (dalam Danandjaja, 1984: 50) membagi jenis cerita rakyat ke dalam tiga kelompok besar, yaitu mite (myth), legenda (legend), dan dongeng (folktale).

Sastra anak yang sangat diminati dan banyak dikonsumsi anak-anak salah satunya adalah fabel. Yaitu cerita yang tokohnya diperankan oleh binatang yang seolah-oleh menirukan sifat dan kebiasaan manusia. Walaupun tokoh fabel diperankan oleh binatang, tetapi pesan yang ingin disampaikan tetap dapat tersampaikan dengan baik.

Fungsi bacaan anak selain memperoleh kesenangan dan pengetahuan baru, juga dapat membiasakan anak untuk membaca, suka membaca, dan cinta membaca. Inilah yang saat sekarang terus ditingkatkan oleh pemerintah, orang tua dan guru. Bacaan anak yang baik mampu memenuhi beberapa kriteria penting, yakni alur cerita yang jelas dan tidak membingungkan serta akrab dengan dunia anak; penokohan yang menggambarkan sifat dan karakter dengan jelas; tema dan moral yang tersampaikan dengan jelas dan bermanfaat; dan stile yang berisikan bahasa sederhana, mudah dipahami, serta menggunakan istilah yang sudah lazim diketahui anak.


References


Daftar Rujukan

Tarigan, Henri Guntur. 2011. Dasar-Dasar Psikosastra. Bandung: Angkasa

Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Sarumpaet, Riris K. Toha. 2010. Pedoman Penelitian Sastra Anak. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Iskandarwassid dan Dadang Sunendar. 2009. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: Remaja Rosdakarya

Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada

University Press

Lustantini Septiningsih. 1998. Komponen-komponen Dongeng. Yogyakarta: IKIP

Nuraeni, Enung. 2010. Buku Pintar Bahasa Indonesia. Jakarta: Tim Elpena




DOI: https://doi.org/10.35200/solid.v9i2.342

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Jurnal Solid ASM Mataram

Jalan Kampus STMIK - ASM Mataram Kekalik Jaya Kota Mataram Prov. NTB - 83126
Telp: 0370-635007, 0370-628418, Site: http://asm-mataram.ac.id

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Statistic Pengunjung